Pembimbing 1 minta teori X dipertahankan. Pembimbing 2 minta teori X dihapus. Kamu merevisi sesuai pembimbing 2, lalu pembimbing 1 bertanya kenapa teorinya hilang. Situasi seperti ini membuat banyak mahasiswa merasa terjepit di tengah.
Perbedaan arahan antara dua pembimbing itu wajar. Setiap dosen punya latar keilmuan dan sudut pandang sendiri. Yang perlu kamu lakukan bukan memilih siapa yang "benar", tapi membantu keduanya sampai pada satu arahan yang sama.
Pahami dulu pembagian peran
Di banyak kampus, ada pembagian peran (tertulis atau tidak) antara dua pembimbing. Misalnya:
- Pembimbing 1 (utama) fokus pada substansi, arah penelitian, dan keputusan akhir.
- Pembimbing 2 (pendamping) fokus pada metodologi, teknik penulisan, atau format.
Cek pedoman prodimu. Kalau pembagiannya jelas, perbedaan arahan sering bisa diselesaikan dengan merujuk ke peran masing-masing. Tapi tetap sampaikan dengan sopan. Jangan sampai terkesan "Bapak bukan yang berwenang di bagian ini."
Langkah menyelesaikan arahan yang bertentangan
1. Pastikan memang bertentangan
Kadang dua arahan terlihat bertentangan padahal bisa dijalankan bersamaan. Contoh: pembimbing 1 minta "perkuat teori", pembimbing 2 minta "ringkas Bab 2". Keduanya bisa dipenuhi dengan memangkas bagian yang kurang relevan lalu memperdalam teori inti.
2. Petakan perbedaannya secara tertulis
Buat tabel kecil:
| Bagian | Arahan Pembimbing 1 | Arahan Pembimbing 2 | Usulan jalan tengah |
|---|---|---|---|
| Bab 2, teori X | Dipertahankan | Dihapus | Dipertahankan tapi diringkas, fokus pada indikator yang dipakai |
| Bab 3, sampel | 100 responden | Rumus Slovin | Pakai Slovin, hasilnya ±100 |
Tabel ini membuat diskusi jadi objektif, bukan soal siapa yang menang.
3. Konsultasikan ke pembimbing utama dulu
Umumnya, bawa perbedaan ini ke pembimbing 1 lebih dulu, karena biasanya pembimbing utama yang memegang keputusan akhir. Sampaikan tanpa menyalahkan:
"Bu, untuk bagian teori X, saya mendapat masukan dari Bapak [pembimbing 2] agar bagian ini diringkas karena kurang terkait dengan variabel. Saya ingin minta arahan Ibu, apakah memungkinkan teori X tetap dipakai tapi difokuskan pada indikator yang relevan?"
Perhatikan: kamu menyampaikan masukan, bukan mengadu, dan sekaligus menawarkan jalan tengah.
4. Sampaikan hasilnya ke pembimbing 2
Setelah ada arahan dari pembimbing utama, sampaikan ke pembimbing 2 dengan sopan:
"Pak, terkait masukan Bapak soal teori X, saya sudah mendiskusikannya dengan Ibu [pembimbing 1]. Disepakati teori X tetap dipakai tapi diringkas dan difokuskan pada indikator penelitian. Bagian itu sudah saya revisi, mohon koreksinya."
5. Kalau masih buntu, usulkan bimbingan bersama
Untuk perbedaan yang mendasar (misalnya metode penelitian), usulkan bimbingan bersama dengan kedua pembimbing. Cukup tawarkan: "Apakah memungkinkan saya bimbingan bersama Bapak dan Ibu untuk menyepakati arah metodenya?" Banyak dosen menyambut baik karena lebih efisien.
Yang sebaiknya tidak dilakukan
- Mengadu domba, misalnya: "Kata Pak A, pendapat Ibu kurang tepat."
- Diam-diam memilih salah satu lalu berharap dosen lain tidak sadar.
- Bolak-balik merevisi mengikuti siapa pun yang terakhir memberi catatan.
- Mengeluh di media sosial tentang dosen pembimbing.
Cara mencegahnya sejak awal
- Di bimbingan awal, tanyakan pembagian peran kedua pembimbing.
- Simpan log revisi yang mencatat siapa memberi arahan apa dan kapan. Contohnya ada di artikel revisi skripsi tidak selesai-selesai.
- Saat bimbingan dengan salah satu pembimbing, sebutkan arahan pembimbing lain yang terkait, supaya perbedaan terdeteksi lebih awal.
Pertanyaan yang sering muncul
Kalau pembimbing 2 tersinggung karena arahannya tidak dipakai? Itu sebabnya penting menyampaikan alasan dan jalan tengahnya. Tunjukkan bahwa masukannya tetap dipertimbangkan, bukan diabaikan.
Bolehkah meminta bantuan koordinator skripsi? Boleh, kalau perbedaan arahan sudah berlangsung lama dan menghambat progres. Sampaikan sebagai permintaan saran, bukan keluhan.
Butuh teman berpikir untuk jalan tengahnya?
Pembimbing kami bisa membantu kamu memetakan arahan yang berbeda, menimbang alasan ilmiah di balik tiap pilihan, dan menyusun usulan jalan tengah untuk dibawa ke dosen. Keputusan tetap di dosen pembimbingmu. Lihat layanan bimbingan.


