Hampir semua mahasiswa tingkat akhir sekarang pernah memakai ChatGPT atau AI generatif lain. Pertanyaannya bukan lagi "boleh atau tidak", tapi untuk apa dan sampai mana.

Catatan penting: aturan penggunaan AI berbeda di setiap kampus, bahkan di setiap dosen. Artikel ini merangkum panduan umum. Yang mengikat untuk skripsimu adalah aturan kampus, prodi, dan arahan dosen pembimbingmu.

Apa kata panduan resmi?

Pada Oktober 2024, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek menerbitkan Panduan Penggunaan Generative AI (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Panduan ini tidak melarang AI, tapi menekankan penggunaan yang bertanggung jawab. Beberapa poin yang relevan untuk mahasiswa:

  • AI sebagai alat bantu, bukan pembuat konten. Panduan menyarankan AI dipakai untuk membantu penelusuran dan riset, sementara mahasiswa tetap memegang kendali atas ide dan hasil pemikirannya.
  • Tidak untuk kecurangan. Mahasiswa tidak boleh menggunakan GenAI untuk ketidakjujuran akademik, mengacu pada kebijakan etika akademik prodi atau perguruan tinggi.
  • Verifikasi. AI bisa "berhalusinasi". Mahasiswa diminta tidak menganggap jawaban AI selalu benar, dan selalu memeriksa akurasinya.
  • Lindungi data. Jangan memasukkan informasi sensitif atau data pribadi ke aplikasi AI.
  • Tetap wajib sitasi. Memakai AI tidak menghapus kewajiban mengutip sumber dengan benar.
  • Transparansi. Panduan memberi contoh pernyataan atribusi: penulis menyebutkan aplikasi AI yang dipakai, untuk proses apa, dan menegaskan bahwa hasilnya sudah direview, diedit, dan diverifikasi penulis.
  • Aturan diserahkan ke institusi dan dosen. Panduan mendorong kampus dan dosen menetapkan kapan AI boleh dan kapan dilarang.

Kamu bisa mencari dokumen lengkapnya dengan judul di atas, atau menanyakannya ke prodi.

Contoh penggunaan yang umumnya wajar

Dengan catatan tetap mengikuti aturan kampusmu:

  • Brainstorming topik dan pertanyaan awal, lalu kamu yang memilih dan mengembangkan.
  • Memahami konsep yang sulit, misalnya meminta penjelasan sederhana tentang uji statistik, lalu memverifikasinya di buku.
  • Mencari kata kunci untuk penelusuran literatur di Google Scholar atau Garuda.
  • Mengecek tata bahasa tulisanmu sendiri, tanpa membiarkan AI mengubah isi dan gaya tulisanmu.
  • Belajar sintaks software (SPSS, R, Python) untuk analisis yang kamu jalankan sendiri.

Contoh penggunaan yang berisiko atau melanggar

  • Meminta AI menulis bab atau paragraf lalu menyalinnya sebagai tulisanmu.
  • Mengutip rujukan dari AI tanpa mengecek. AI bisa mengarang judul jurnal, penulis, atau DOI yang tidak ada.
  • Meminta AI mengarang data, responden, atau hasil wawancara. Ini termasuk fabrikasi data.
  • Memasukkan data responden (nama, nomor telepon, jawaban yang bisa diidentifikasi) ke AI.
  • Memakai AI untuk menyamarkan tulisan orang lain agar tidak terdeteksi plagiasi.

Menyuruh pihak lain (termasuk mesin) membuat karya lalu mengakuinya sebagai karyamu sendiri sejalan dengan bentuk pelanggaran yang diatur Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik. Penjelasannya ada di bimbingan skripsi vs joki.

Cara aman memakai AI selama skripsi

  1. Tanyakan aturan ke dosen pembimbing sejak awal: apakah AI boleh dipakai, untuk apa, dan apakah perlu dicantumkan.
  2. Simpan catatan prompt dan jawaban yang kamu pakai. Panduan resmi juga menganjurkan ini sebagai bahan refleksi dan bukti proses.
  3. Verifikasi setiap fakta dan rujukan ke sumber aslinya.
  4. Tulis dengan bahasamu sendiri. Kalau kamu tidak bisa menjelaskan sebuah paragraf tanpa melihat layar, paragraf itu belum menjadi milikmu.
  5. Cantumkan pengakuan penggunaan AI kalau kampus atau dosen memintanya, misalnya di kata pengantar, bagian metode, atau lampiran. Sebutkan aplikasi, versi, dan untuk apa dipakai.

Soal detektor AI

Banyak kampus mulai memakai deteksi AI, misalnya di Turnitin. Perlu diingat:

  • Hasil detektor bisa keliru, baik menandai tulisan manusia sebagai AI maupun sebaliknya.
  • Cara paling aman bukan "mengakali detektor", tapi menulis sendiri dan menyimpan bukti proses: draf bertahap, catatan bimbingan, dan riwayat versi dokumen.

Pertanyaan yang sering muncul

Kalau dosen tidak pernah membahas AI, berarti boleh? Belum tentu. Lebih aman bertanya. Kampus bisa saja punya aturan umum yang berlaku untuk semua karya ilmiah.

Apakah memakai Grammarly atau alat parafrase termasuk AI? Banyak alat sekarang memakai AI. Memperbaiki ejaan biasanya dianggap wajar, sedangkan menulis ulang seluruh kalimat dengan alat parafrase lebih berisiko. Cara parafrase yang benar dibahas di artikel berikutnya di blog ini.

AI yang dirancang untuk skripsi, dengan batas yang jelas

Pembimbing Skripsi adalah aplikasi AI yang sitasinya hanya dari artikel ber-DOI yang benar-benar ada dan bagian yang butuh datamu ditandai untuk kamu isi. Hasilnya draf bantu yang kamu sunting, dan bimbingan formal tetap bersama dosenmu. Cek juga aturan kampusmu soal AI. Lihat fitur aplikasi atau coba gratis.