Uji coba kuesioner sudah disebar, data masuk ke SPSS, lalu hasilnya: beberapa item tidak valid dan Cronbach's alpha di bawah standar. Jangan buru-buru menghapus item atau menyebar ulang. Cari dulu penyebabnya, karena sering kali masalahnya ada di hal yang mudah diperbaiki.
Sekilas: apa yang diuji
Uji validitas memeriksa apakah setiap item benar-benar mengukur konsep yang dimaksud. Dalam skripsi, cara yang sering dipakai adalah mengorelasikan skor setiap item dengan skor total (item-total correlation). Item dianggap valid jika korelasinya memenuhi kriteria, misalnya r hitung > r tabel pada df = n − 2, atau nilai Corrected Item-Total Correlation di atas batas yang dipakai rujukan prodimu.
Uji reliabilitas memeriksa konsistensi jawaban antaritem dalam satu variabel. Yang paling umum adalah Cronbach's alpha. Batas yang sering dipakai adalah 0,70, meskipun sebagian rujukan menerima 0,60 untuk penelitian awal. Ikuti rujukan yang dipakai prodimu dan sebutkan sumbernya.
Penyebab umum dan cara mengeceknya
1. Item terbalik (unfavorable) belum di-recode
Ini penyebab yang paling sering. Kuesioner yang baik kadang punya item negatif, misalnya "Saya sering menunda tugas" di antara item positif. Kalau skornya tidak dibalik (1 jadi 5, 2 jadi 4, dan seterusnya), item itu akan berkorelasi negatif dengan skor total dan alpha turun drastis.
Cara cek: lihat item yang korelasinya negatif. Di SPSS, balik skornya lewat Transform → Recode into Different Variables, lalu uji ulang.
2. Salah input data
Angka 55 yang seharusnya 5, kolom yang bergeser, atau sel kosong yang terisi 0.
Cara cek: jalankan Analyze → Descriptive Statistics → Frequencies untuk setiap item. Nilai di luar rentang skala (misalnya 0 atau 6 pada skala 1–5) menandakan salah input. Perbaiki sesuai jawaban asli di kuesioner.
3. Item ambigu atau tidak dipahami responden
Kalimat yang terlalu panjang, memakai istilah teknis, atau menanyakan dua hal sekaligus (double-barreled, misalnya "Dosen saya ramah dan tepat waktu") membuat responden menjawab asal.
Cara cek: baca ulang item yang tidak valid. Tanyakan beberapa responden uji coba apakah mereka paham maksudnya.
4. Item tidak sesuai indikator
Kadang item tidak benar-benar turunan dari indikator teori yang dipakai, sehingga "tidak sejalan" dengan item lain.
Cara cek: kembali ke kisi-kisi instrumen. Pastikan setiap item jelas berasal dari indikator di Bab 2.
5. Sampel uji coba terlalu kecil atau homogen
Dengan responden uji coba yang sangat sedikit atau jawabannya hampir seragam, korelasi antaritem bisa tidak stabil.
Cara cek: lihat jumlah responden uji coba dan variasi jawabannya. Diskusikan jumlah yang memadai dengan dosen pembimbing.
Langkah perbaikan yang bisa dipertanggungjawabkan
a. Perbaiki penyebab teknis lebih dulu
Recode item terbalik dan perbaiki salah input. Kemudian uji ulang. Banyak masalah selesai di tahap ini.
b. Gugurkan item yang tidak valid (dengan syarat)
Menghapus item yang tidak valid adalah praktik yang umum, asalkan:
- Setiap indikator masih terwakili oleh item lain. Kalau satu indikator kehilangan semua item, konsepnya jadi tidak utuh.
- Kamu melaporkan item yang digugurkan dan alasannya di Bab 3 atau Bab 4.
Kolom Cronbach's Alpha if Item Deleted di SPSS (Analyze → Scale → Reliability Analysis → Statistics → Scale if item deleted) membantu melihat item mana yang menurunkan reliabilitas.
c. Revisi item lalu uji coba ulang
Kalau banyak item bermasalah atau ada indikator yang kosong, cara yang lebih kuat adalah memperbaiki redaksi item lalu melakukan uji coba ulang sebelum penyebaran utama.
d. Gunakan instrumen yang sudah teruji
Kalau ada instrumen baku dari penelitian sebelumnya untuk variabel yang sama, mengadaptasinya (dengan menyebut sumber dan prosedur adaptasinya) bisa mengurangi risiko item bermasalah.
Yang tidak boleh dilakukan
- Mengubah jawaban responden supaya korelasinya naik.
- Mengisi kuesioner sendiri atau menambah responden fiktif.
- Menghapus responden tertentu hanya supaya alpha naik, tanpa alasan metodologis.
Praktik di atas termasuk fabrikasi atau falsifikasi data yang dilarang dalam Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021 tentang Integritas Akademik. Baca juga bimbingan skripsi vs joki untuk gambaran batas bantuan yang wajar.
Pertanyaan yang sering muncul
Kalau satu variabel hanya punya 2 item setelah item gugur? Secara teknis bisa dihitung, tapi konsepnya jadi lemah. Diskusikan dengan dosen apakah perlu revisi item dan uji coba ulang.
Uji validitas dan reliabilitas dilakukan pada data uji coba atau data utama? Tergantung desain penelitian dan kebiasaan prodi. Ada yang memakai uji coba terpisah, ada juga yang menguji langsung pada data penelitian. Ikuti arahan dosen pembimbing dan jelaskan di Bab 3.
Butuh teman mengecek instrumenmu?
Pembimbing olah data kami bisa membantu mencari penyebab item tidak valid, memeriksa kisi-kisi instrumen, dan menjelaskan output SPSS-mu. Data dan jawaban responden tidak kami ubah. Lihat layanan olah data.


