Panduan nasional tentang AI generatif di perguruan tinggi sifatnya umum dan menyerahkan aturan teknis ke kampus. Artinya, yang mengikat skripsimu adalah aturan kampus, fakultas, prodi, dan dosen pembimbingmu. Ringkasan panduan nasionalnya ada di skripsi pakai ChatGPT. Artikel ini membahas bagaimana menemukan aturan di tingkat kampusmu.
Contoh: pedoman tingkat fakultas
Sebagian fakultas mulai menerbitkan pedoman sendiri. Misalnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar menerbitkan Pedoman Penggunaan AI dalam Penyusunan Skripsi pada 2026. Pedoman itu disusun karena penggunaan AI sudah menjadi bagian dari aktivitas akademik tetapi belum didukung pedoman operasional, dan ditujukan bagi mahasiswa, dosen pembimbing, dan penguji. Ini hanya contoh bahwa aturan bisa ada di tingkat fakultas. Kampusmu mungkin punya isi yang berbeda atau belum punya.
Tempat mencari
- Buku pedoman penulisan skripsi terbaru dari fakultas atau prodi.
- Peraturan akademik atau kode etik kampus dan peraturan integritas akademik.
- Situs resmi fakultas dan perpustakaan, termasuk halaman panduan karya ilmiah.
- Surat edaran atau pengumuman dari dekanat atau ketua prodi.
- Panduan cek kemiripan dari unit yang menjalankannya (perpustakaan, LPM, atau lembaga lain).
- Dosen pembimbing dan akademik, termasuk ketua prodi, bila dokumen tidak ada.
Kata kunci pencarian di situs kampus: "penggunaan AI", "kecerdasan buatan", "generative AI", "integritas akademik", "plagiarisme".
Pertanyaan yang perlu dijawab
Catat jawabannya, tertulis bila bisa:
| Pertanyaan | Mengapa penting |
|---|---|
| Apakah AI boleh dipakai untuk skripsi? | Dasar semua keputusan |
| Untuk keperluan apa saja (ide, tata bahasa, olah data)? | Batas izin |
| Apakah penggunaan harus dicantumkan, dan di mana? | Transparansi |
| Apakah ada batas persentase deteksi AI atau kemiripan? | Menghindari kejutan saat cek |
| Apa sanksi bila melanggar? | Memahami risiko |
| Siapa yang bisa dihubungi bila ragu? | Jalur klarifikasi |
Template pesan ke dosen pembimbing
Selamat [pagi/siang], Bapak/Ibu [Nama]. Saya [Nama], bimbingan skripsi Bapak/Ibu. Saya ingin memastikan penggunaan AI dalam skripsi saya sesuai aturan. Apakah diperbolehkan memakai AI untuk [contoh: memahami konsep atau mengecek tata bahasa]? Apakah penggunaannya perlu dicantumkan, dan dalam bentuk apa? Terima kasih atas arahannya.
Cara menulis pesan lain ada di cara chat dosen pembimbing dan contoh email ke dosen pembimbing.
Template pernyataan penggunaan AI
Bila kampus atau dosen memintanya, formatnya biasanya mencakup alat, tujuan, dan verifikasi:
Dalam penyusunan skripsi ini, penulis menggunakan [nama aplikasi AI, versi bila ada] untuk [tujuan, misalnya memeriksa tata bahasa pada draf yang ditulis penulis]. Seluruh keluaran telah ditinjau, diedit, dan diverifikasi oleh penulis, dan penulis bertanggung jawab penuh atas isi skripsi ini.
Letaknya mengikuti ketentuan: kata pengantar, bagian metode, atau lampiran.
Bila aturan belum ada
- Ambil sikap hati-hati: pakai AI hanya untuk hal yang jelas wajar, seperti memahami konsep.
- Dapatkan persetujuan tertulis dari dosen pembimbing, misalnya lewat pesan atau catatan bimbingan.
- Simpan catatan penggunaan.
- Jangan menyimpulkan "tidak dilarang berarti boleh".
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengandalkan aturan kampus lain atau cerita teman.
- Tidak mencatat jawaban dosen.
- Mencantumkan pernyataan penggunaan AI di tempat yang tidak sesuai format kampus.
- Menunggu sampai cek kemiripan baru bertanya.
Pertanyaan yang sering muncul
Aturan di kampus saya berubah-ubah, bagaimana? Ikuti versi terbaru dan simpan bukti pesan dosen.
Bagaimana kalau dosen melarang total tetapi temanku memakai? Ikuti aturan dosen pembimbingmu. Aturan bisa berbeda antar pembimbing.
Ingin memakai AI dengan aman?
Pembimbing Skripsi dirancang sebagai draf bantu: sitasi hanya dari artikel ber-DOI yang nyata dan bagian yang butuh datamu ditandai untuk kamu isi. Simpan draf dan catatanmu sebagai bukti proses, lalu sesuaikan pemakaian dengan aturan kampusmu. Lihat fitur aplikasi.


